Print this page
Monday, 15 April 2019 03:53

Peran Petani Milenial dalam Mengembangkan Teknologi dan Pemasaran Produk Organik di Era MEA 2020

Surabaya - Sebagai petani organik, perempuan yang bernama Maya Stolastika Boleng ini pun berusaha mengajak para mahasiswa pertanian Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur untuk menjadi petani organik. Dalam seminar yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Agroteknologi S2 di ruang 202 Gedung Fakultas Pertanian, dia berbagi pengalamannya tentang bertani organik dan cara pemasarannya.

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa bertani dianggap profesi yang tidak menjanjikan, berbeda dengan pegawai kantoran maupun pabrik yang bisa mendapatkan gaji tetap setiap bulannya. Sehingga inilah alasan sampai hari ini profesi petani belum menarik perhatian generasi milenial.

IMG 20190404 WA0015Maya yang mengelola kebun pertanian seluas 3000 meter persegi, sempat mengalami kesulitan dalam mengembangkan pertanian organiknya. Tapi ia tetap fokus dalam melakukan pekerjaannya. Karena keberhasilannya mengelola pertanian organik, mengantarkannya sebagai Duta Petani Muda 2016.

Dalam memasarkan produknya, Maya mempunyai strategi yang unik. Dia menyebutnya pemasaran terbalik. Maya tak menjual produk kebunnya ke hotel, restoran atau supermarket. Menurutnya hal ini bukan pasar yang ideal terutama untuk petani kecil. Dengan berkembangnya teknologi, dia mulai memasarkan produknya secara online. Namun pemasaran secara offline pun tetap jalan terus. Sasarannya langsung ke individu yakni para ibu rumah tangga. 

Maya saat ini mengajarkan bagaimana menjual, mengajarkan manajemen usaha dan mengubah mindset bahwa pertanian mereka adalah sebuah bisnis.

Read 139 times Last modified on Monday, 01 July 2019 05:38